MENULIS ENAK, ENAK DIBACA


DESKRIPSI, NARASI, EKSPOSISI, ARTIKEL, FEATURE


klik di sini --> :
Jika ada kisah pada blog ini, itu adalah kisah nyata dan bukan fiksi semata. Namun, nama-nama tokoh yang ada di dalamnya adalah nama samaran. Sekedar untuk menjaga privasi tokoh-tokoh tersebut.

Sabtu, 13 Januari 2018

Pembelajaran yang spektakuler

Pembelajaran yang spektakuler

Ada tehnik pembelajaran yang luar biasa :

# Pembelajaran dengan langsung praktek. Jika kita langsung aksi dan aksi, pasti ada reaksi. Entah itu berupa kesalahan atau ilmu baru yang banyak berkelebatan dengan cepat. Beda jika kita belajar teori-teori saja. Sangat lamban hasilnya.

# Pembelajaran dengan mengajar. Begitu dapat ilmu baru langsung sedekahkan kepada orang-orang disekitar kita, offline atau online. Maka, ilmu akan bertambah dan bertambah terus. Sesibuk apapun, sebarkan, karena manfaat akan kembali ke kita.

# Pembelajaran dengan "nempel" orang yang ahli dibidang yang kita mau pelajari. Bisa secara online melalui kontak personalnya atau offline dengan menjadi supirnya, temannya, pembantunya atau apalah. Dengan begitu kita akan mudah konsultasi dan tanya-tanya jika dibutuhkan.

Tapi, sayang sangat disayang, banyak orang yang kesempatan dari 3 hal diatas sangat terbuka luas.
Akan tetapi dia seperti "pungguk merindukan bulan" atau menunggu dan menunggu keajaiban dari langit.

Saya sudah buktikan, bagaimana saya belajar menulis.

Maksud saya bukan ketrampilan menulis saja, tapi banyak bidang.

Teman-teman jika mau punya usaha, ujung-ujungnya jual herbal, dan jual herbal lagi.

Ups, mohon maaf kalau ada yg jual herbal disini. Tidak ada larangan sih. Hanya saja fenomena sekarang banyak persaingan di bidang herbal yang kurang sehat. Dan banyak teman yg curhat kepada saya.
Ada yang distributornya direbutlah, ada yang tidak mau jadi agen lagi, karena mau berdiri sendiri. Akhirnya retaklah persaudaraan. Jika persaingan sehat ya ndak pa-pa. Saling membaguskan kwalitas dan pelayanan, misalnya.

Sedangkan usaha dibidang jasa desain rumah, jasa pembuatan tas, dan sebagainya, ordernya "overload" terus. Kekurangan sumber daya manusia yang mengerjakannya.
Hanya saja memang usaha tersebut butuh ketrampilan, yang didapat dengan ketekunan dan kesabaran dalam belajar.

Nah, sepertinya kita tidak mau menghadapi kenyataan ini.

Suatu fakta saya jumpai di suatu lingkungan ponpes, seorang teman ahli menjahit tas sudah menawarkan mengajari teman-teman yang mau belajar menjahit. Dan jika sudah terampil akan bisa membantu pekerjaan-pekerjaan yang overload tadi.
Apa mau dikata, teman yang ahli menjahit itu bilang ke saya, "Tidak satupun teman yang bersedia".

Ya, memang berat menjadi orang yang sabar dan tekun. Tapi jiwa tenteram, karena persaudaraan antar teman terjaga. Dan satu lagi,  tidak perlu bercampur-baur dengan wanita yang bukan mahrom dalam bekerja.

Pembelajaran itu mudah, asal tahu tekniknya. Ingat tiga cara di atas.
"Enggak pake lama", langsung aksi ! Ajarkan, dan "nempel" orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

posting terkait

7 HARI TERAKHIR TERBANYAK DIBACA