MENULIS ENAK, ENAK DIBACA


DESKRIPSI, NARASI, EKSPOSISI, ARTIKEL, FEATURE

GRATIS !

klik di sini > :
Jika ada kisah pada blog ini, itu adalah kisah nyata dan bukan fiksi semata. Namun, nama-nama tokoh yang ada di dalamnya adalah nama samaran. Sekedar untuk menjaga privasi tokoh-tokoh tersebut.

Senin, 18 Desember 2017

Belajar Menulis : [1] Materi Umum : (3) Motivasi : Sabar Menanti

Nantikan materi Menulis enak, enak dibaca berikutnya.

Tetaplah bersama kami.

Sambil menunggu materi berikutnya, ada baiknya kamu segera memulai menulis. Karena menulis itu bukan bakat, akan tetapi ketrampilan. Ketrampilan hanya bisa didapatkan dengan latihan.
Bingung untuk memmulai ? Mudah-mudahan tulisan di bawah ini membantu kamu untuk segera memulai menulis.


Bagaimana memulai ?

           Kebiasaan membaca sudah sering dilakukan, kepekaan bathin sudah terlatih, rekaman obyek sebagai amunisi sudah memenuhi magazin senapan, "pelatuk" siap ditarik, ide tulisanpun sudah berkelebat ke sana kemari di pikiran, akan tetapi bagaimana cara mulai menarik pelatuk senapan penulis agar "moncong" senapan segera menyalak ? Bagaimana cara memulai mengekspresikan diri penulis melalui media bahasa tulis ?

         Pengalaman mengatakan, bahwa untuk memulai suatu ketrampilan baru haruslah mempunyai kesiapan mental yang kuat.

         Akan saya analogikan seperti bagaimana seseorang belajar naik sepeda. Selama ini hampir tidak ada yang namanya sekolah atau kursus naik sepeda. Persiapan belajar naik sepeda adalah :


Nekat

         Dengan modal nekat, akhirnya seseorang bisa mengendarai sepeda dengan enak dan mahir, bahkan ada yang jago sekali dengan gaya "free style" nya naik sepeda BMX, bisa melompat ke sana ke mari, salto, dan sebagainya sampai-sampai sepeda BMXnya seolah-olah menempel mengikuti irama tubuhnya berputar-putar. Sepeda BMX itu sudah bersatu dengan jiwanya.

          Tapi setelah apa ? Setelah melalui proses belajar jatuh bangun, luka-luka, bahkan tidak sedikit yang sampai patah tulang. Kapok ? Oh, tidak ... sudah sembuh, belajar lagi terus !

          Belajar naik sepeda adalah contoh sederhana dan simpel untuk menjawab pertanyaan, "Bagaimana memulai menulis ?" . Jawabnya sekali lagi, "Nekat". Titik.

            Ketika ditanyakan kepada orang yang sudah mahir bersepeda, "Bagaimana caranya pertama kali naik sepeda ?" Jawabnya sudah pasti bisa kita duga, giring sepeda ke tempat lapang, lalu mulai menginjak pedal, terserah kaki kiri atau kanan dulu, atau langsung naik sadel, lalu GENJOT !, Jalan ! Bagaimana kalau jatuh ? Resiko. Coba lagi, coba lagi sampai bisa.

          Bagaimana kalau tulisan pertama kali ditulis tidak selesai ? Coba saja selesaikan apapun jadinya !

          Karena apapun ketrampilan butuh latihan, latihan, dan latihan sekali lagi latihan untuk sampai ke tingkat mahir. Termasuk ketrampilan menulis.

          Kepercayaan diri timbul ketika tanpa disangka-sangka seseorang telah mahir naik sepeda, dan dia lupa sama sekali bagaimana mulanya dia susah payah memulainya.

          Demikian juga menulis, ketika tulisannya hampir dia lupakan, tiba-tiba tulisan itu terbaca oleh orang lain dan orang itu mengatakan bahwa tulisannya enak dibaca. Diapun telah lupa bagaimana dia dulu menyelesaikan tulisan itu dari awal hingga akhir. Dan dia berhak menyandang status sebagai seorang penulis.

          Sesungguhnya apa yang membedakan seorang penulis dengan orang yang bukan penulis ? Sebagai manusia biasa tidak ada perbedaan di antara keduanya. Akan tetapi secara fungsi beda, penulis adalah produsen dan yang membaca (bukan penulis) adalah konsumen atau penikmat.

           Menulis adalah pekerjaan yang menyenangkan, dia diam tanpa ada suara karena asyiknya menulis di atas selembar kertas dengan kepala hampir menyentuh meja atau komputer dengan jari-jarinya menekan huruf demi huruf secara intens.
Lupa sebenarnya sudah lapar, dan harus segera mengisi perut. Saat itu penulis sedang asyik mencurahkan apa yang sudah memenuhi kepalanya yang keluar mengalir tiada henti bak lahar yang keluar terus dari kawah gunung berapi yang akan meletus.

Ayo, mulai lah ! Wahai calon-calon penulis handal !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

posting terkait

7 HARI TERAKHIR TERBANYAK DIBACA