MENULIS ENAK, ENAK DIBACA


DESKRIPSI, NARASI, EKSPOSISI, ARTIKEL, FEATURE


klik di sini --> :
Jika ada kisah pada blog ini, itu adalah kisah nyata dan bukan fiksi semata. Namun, nama-nama tokoh yang ada di dalamnya adalah nama samaran. Sekedar untuk menjaga privasi tokoh-tokoh tersebut.

Selasa, 08 November 2016

KESABARAN IMAM AHMAD DALAM MENGHADAPI PENGUASA YANG ZHOLIM

Sejarah Imam Ahlussunnah secara ringkas 

Ada delapan kholifah daulah Abbasiyyah semasa hidup Imam Ahmad, yaitu :

1. Al-Mahdi,
2. Al-Hadi,
3. Ar-Rosyid,
4. Al-Amiin,
( Mereka semua di atas madzhab SALAF )

Ilustrasi
5. Al-Ma'mun,
6. Al-Mu'tashim,
7. Al-Waatsiq,
( Mereka inilah yang mengobarkan fitnah dan yang menguji ummat ),

8. Al-Mutawakkil,
( Kholifah inilah yang dengannya, Alloh ta'ala menyingkap mendung, memenangkan sunnah, memusnahkan bid’ah dan memadamkan fitnah. Semoga Alloh merahmatinya )





Diantara sebab-sebab terpenting munculnya fitnah :

1.  Dilakukannya penterjemahan buku-buku dari Persia, Romawi, Yunani dan India ke dalam bahasa Arab (dari sinilah ajaran Islam mulai tercampur paham filsafat, dan yang lainnya).

2. Kholifah mendekati ahlulbid'ah.
  • Kholifah Abbasiy yang memunculkan fitnah pertama kali adalah Al-Ma'mun.
  • Tokoh fitnah (dibelakang Al-Ma'mun) adalah Ahmad bin Abi Du'ad.
  • Kali pertama kemunculan fitnah yang menimpa 'ulama' : tahun 218 H.

Hukuman yang diberikan kepada ulama yang tidak setuju dengan pendapat "AL-QUR'AN MAKHLUK" :
  • dipenjara,
  • ditekan,
  • dipukul,
  • dicopot jabatannya,
  • diputus santunannya dari baitul maal.

DIANTARA ULAMA TERKENAL YANG MENDAPATKAN UJIAN :

1. Muhammad bin Sa'd, sekretaris Al-Waqidiy,
2. Yahya bin Ma'in,
3. Abu Khoitsamah,
4. Abu Muslim Al-Mustamliy,
5. Isma'il bin Dawud Al-Jauziy,
6. Ahmad Ad-Dauroqiy,
7. Ibnu Abi Mas'ud,
( Para ulama ini yang terpaksa menjawab "Al-Qur'an Makhluk" karena takut dipenggal. Mudah-mudahan Alloh mengampuni mereka),

8. Al-Imam Ahmad bin Hambal,
9. Muhammad bin Nuh,
10. Ubaidulloh bin Umar Al-Qowaariiriy,
11. Al-Hasan bin Hammad Sajjaadah
( Mereka inilah para ulama yang tidak mau menjawab "Al-Qur'an Makhluk", maka mereka ditangkap dan dijebloskan ke penjara, namun (sayang) Al-Qowaariiriy dan Sajjaadah kemudian mau "menjawab", semoga Alloh mengampuni keduanya).

Adapun Imam Ahmad dan Muhammad bin Nuh, keduanya tidak mau mengucapkan "Al-Qur'an makhluk" selamanya (karena Al-Qur'an adalah kalam/firman Alloh, bukan makhluk).

Kemudian keduanya dibawa ke Kholifah Al-Ma'mun, dan ketika itu Imam Ahmad berdo'a kepada Alloh agar Alloh tidak memperlihatkan wajah Al-Ma'mun.
Ketika keduanya sampai di Arroqqoh sampailah berita tentang kematian Al-Ma'mun, maka keduanya dikembalikan ke (tempatnya semula) di Baghdad.
Diperjalanan, meninggallah Muhammad bin Nuh (semoga Alloh merahmatinya), kemudian Imam Ahmad men-sholatinya dan menguburkannya...


UJIAN ITU SEMAKIN BERAT

Kholifah Al-Ma'mun telah meninggal dunia, namun ketika jabatan kholifah telah digantikan oleh Al-Mu'tashim pada tahun 218 hijriyah, penderitaan Imam Ahmad semakin bertambah berat.

Beliau -rohimahulloh- mendapatkan siksa berupa pemukulan yang sangat keras hingga kedua tangannya bergeser dari tempatnya.

Salah seorang algojo yang menyiksa Imam Ahmad memberikan pengakuan : "Sungguh aku telah memukul Ahmad bin Hambal dengan 80 kali cambukan yang seandainya cambukan itu dipukulkan kepada seekor gajah, niscaya gajah itu akan menjerit kesakitan."

Namun Ahmad bin Hambal bersabar. Dia menghadapinya dengan ketabahan menanggung berbagai macam siksaan selama 28 bulan atau 30 bulan.
Dia mampu membungkam mereka (kholifah dan orang-orang yang menyelisihi Imam Ahmad) dengan kekuatan argumentasi, keyakinan, iman dan ketegaran hatinya.

Di bulan Romadlon tahun 221 H, Imam Ahmad dibebaskan setelah mendekam di penjara selama 2 tahun 4 bulan.
Dan setelah Alloh ta'ala memberikan kesembuhan kepada beliau dari bekas-bekas siksaan yang keras, beliau langsung membuka pelajaran, memberikan fatwa, menghadiri sholat jum'at dan sholat berjama'ah (di masjid) hingga Al-Mu’tashim meninggal tahun 227 H.

Dan di tahun 231 H, kholifah berikutnya
yaitu Al-Watsiq membuat larangan; tidak boleh ada seorangpun yang mendatangi beliau, beliau harus tetap tinggal di rumah dan tidak boleh keluar untuk sholat jum'at maupun sholat berjama'ah.

Imam Ahmad berkata : "Sesungguhnya aku berpendapat bahwa -harus- mentaatinya baik dalam keadaan sulit maupun lapang, dalam keadaan ringan (semangat) maupun berat dan dalam keadaan mengetahui perbuatannya yang mementingkan diri sendiri. Dan aku merasa sedih sekali tidak bisa sholat berjama'ah, menghadiri jum'ah dan berdakwah untuk kaum muslimin."

Kemudian di tahun 233 H, kekhilafahan dipegang oleh Al-Mutawakkil.
Melalui Al-Mutawakkil inilah Alloh ta'ala menghilangkan kemelut negeri, memenangkan sunnah, melenyapkan kebid'ahan dan memadamkan api fitnah.
Dia demikian memuliakan dan menghormati Imam Ahmad hingga setiap kali dia mengangkat seseorang sebagai pejabat, dia perlu meminta pertimbangan terlebih dahulu kepada Imam Ahmad.

Bisyir bin Al-Harits -rohimahulloh- mengatakan :
"Sesungguhnya Imam Ahmad telah dimasukkan dalam tungku pembakaran emas sehingga keluarlah beliau menjadi emas kemerahan (yang cemerlang)."

( Sumber : Al-Mihnah wa atsaruhaa fii manhajil-imaam Ahmad, tulisan Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan -hafidhohulloh )

WA MTDS ASSUNNAH - MALANG

Channel Resmi Salafy Malang Raya

"Menebar Sunnah Menjalin Ukhuwah"

Website:
www.salafymalangraya.or.id

Radio:
www.radio.salafymalangraya.or.id
Ahli Bawazier Pecinta Sunnah 🌍
Telegram  http://bit.ly/ahlibawazirpecintasunnah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

posting terkait

terbanyak dibaca