Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah bersabda dalam sebuah yang shohih,
"Tak akan tegak hari kiamat sampai tanah Arab menjadi tanah subur, dan sungai-sungai"
[HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/370 & 417), dan Muslim dalam Kitab Ash-Shodaqoh (2336)]
Bismillah,
Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya.
Marilah menghidupkan kekayaan hati.Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.

Selasa, 15 Maret 2011

Gaya Kinetik Air Hujan

     Waktu sekolah kita diberi pengetahuan, bahwa akar-akar pohon dapat menahan longsor tanah dikarenakan erosi akibat aliran air hujan sangat deras.

     Apa benar?

     Ternyata bukan itu saja. 
Titik-titik air hujan yang sangat kencang menuju bumi.Setelah menempuh jarak ber kilo-kilo meter di tambah percepatan 9,8 m/detik.Wajar saja tanah permukaan planet ini bisa berlubang karenanya ! 
Dedaunan yang masih ada di pohon-pohon, di ranting-ranting telah banyak berjasa menahan "hujaman" titik-titik air hujan tersebut. Kalau daun paling atas kurang bisa menahan sang "meteor" air, maka daun di bawahnya menahannya.Begitu seterusnya sampai bawah. Akhirnya titik air hujan itu sampai di tanah dengan kecepatan "menetes". 

Allahu Akbar !

Semoga Bermanfaat.
Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda !

Rachmadi Triatmojo
Pengelola rumahjelajah.com
http://www.rumahjelajah.com
jelajah peradaban masyarakat masa depan

NB : Jika anda suka posting artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK Anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini ! Terimakasih.
 

Tahukah Anda ?
2003-2005 telah terjadi 1.429 bencana di Tanah Air.53,2 % nya berkaitan dg iklim & hidrologi spt banjir, longsor, kekeringan, angin topan ....meningkat 4 kali sejak thn 1950-1960 ...luas hutan bakau di pesisir pantai menyusut terus dari 5.209.543 ha (1982) menjadi 2.496.185 ha (1993) ..sekarang tinggal berapa ya ? Ancaman pemanasan global bukan lagi sesuatu yang jauh,tapi SUDAH DEKAT AKAN MENGETUK PINTU2 RUMAH KITA...

Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Marilah menghidupkan kekayaan hati. Peristiwa biasa terkadang adalah sesuatu yang besar, sangat mendasar dan perlu dipersoalkan. 
Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.

Selasa, 09 November 2010

Merapi meletus !

           Kamis, malam Jum'at 4 November 2010

          "Tek ..., tek ...., tek...., tek....," bunyi getaran jendela dan pintu bersahut-sahutan di malam yang gelap gulita. Gempa vulkanik terus-terusan. Hanya ditemani nyala sebatang lilin, saya termangu tegang.Mata hendak saya pejamkan tapi tidak kunjung lelap. Saya pandangi lilin terus menerus. Saya lihat istri saya tegang tidak bisa tidur. Dia sudah siap dengan pakaian lengkap seperti orang akan berpergian. Sementara anak saya sudah terlelap. Sungguh malam yang sangat mencekam.

Selasa, 02 November 2010

Sarapan Buah membuat sakit perut : mitos !

          Pagi yang berembun dan indah di abad 20.

          Seperti biasa, setelah sholat subuh di masjid saya menuju 'rumah belajar'. 'Rumah belajar' itu apa sih ? 'Rumah belajar' itu adalah semacam pondok pesantren, rumah tempat belajar anak-anak didik seusia Sekolah Dasar. Di rumah belajar anak-anak didik ada yang menginap (mondok) atau ada juga yang pulang pergi dari rumah-rumah mereka yang berada dekat lingkungan 'rumah belajar'. 'Rumah Belajar' berada di daerah Tanah Baru, Depok berbatasan dengan daerah Ciganjur, Jakarta. 'Rumah belajar' ini dinamakan "rumah belajar Ibnu Abbas'.

          Anak-anak rumah belajar sudah berkumpul di sekitar rumah belajar. Mereka terlihat sedang duduk-duduk di teras rumah belajar, di bawah pepohonan, ada juga yang sedang bergelayutan pada tali yang terikat pada pohon rambutan di arena bermain. Memang suasana rumah belajar benar-benar menyatu dengan alam sekitarnya.

Suka dengan posting-posting 'buah eksplorasi' saya ? Hmm... lalu apa yang menghalangi Anda untuk mendapatkannya melalui email Anda? Ayo ! masukkan alamat email Anda :

Delivered by FeedBurner

APa kata Handai taulan