MENULIS ENAK, ENAK DIBACA


DESKRIPSI, NARASI, EKSPOSISI, ARTIKEL, FEATURE

GRATIS !

klik di sini > :
Jika ada kisah pada blog ini, itu adalah kisah nyata dan bukan fiksi semata. Namun, nama-nama tokoh yang ada di dalamnya adalah nama samaran. Sekedar untuk menjaga privasi tokoh-tokoh tersebut.

Sabtu, 24 November 2018

Belajar Bahasa melalui Sekolah Kehidupan yang sebenarnya

Belajar Bahasa melalui Sekolah Kehidupan yang sebenarnya.

          Setelah menjalani beberapa semester aktif di pelajaran Bahasa Indonesia, Kegiatan Belajar Menulis Bersama, dan beberapa pengalaman dalam menulis, saya ada gagasan. Gagasan itu adalah Pelajaran Bahasa Indonesia atau Ketrampilan Bahasa hendaknya berbasis praktek langsung. Realitasnya dalam berbahasa adalah bagaimana kita bisa menyampaikan pikiran dalam bentuk lisan dan tulisan. Sedangkan, ketrampilan tersebut erat hubungannya dengan "mendengar" dan "membaca". Sehingga perlu diadakan (baca: dipaksa) kegiatan " membaca" dan "mendengar" secara intensif.

          Gagasan tersebut timbul, disebabkan beberapa alasan :

1. Terkadang seseorang tidak memahami teori tata bahasa Indonesia, tetapi ketika ia menulis ternyata tulisannya cukup bagus dan mengalir.
Sepotong senja di Ponpes Darul Atsar, Kedu, Temanggung

2. Terkadang seseorang memahami teori tata bahasa Indonesia, akan tetapi kwalitas tulisannya biasa-biasa saja.

3. Pengalaman saya sendiri dalam menulis dengan pola "copy the master". Yaitu meniru tulisan-tulisan yang sudah ada dengan ditulis memakai bahasa sendiri.

4. Usia belajar para pelajar yang relatif muda, sehingga kurang menyadari pentingnya ketrampilan berbahasa. Dengan adanya pelajaran Bahasa Indonesia, mereka seakan-akan setengah dipaksa untuk mempelajarinya. Pelajaran Bahasa Indonesia bukanlah pelajaran ekstra kurikuler.

5. Pelajaran Bahasa Indonesia atau Ketrampilan berbahasa bukanlah hanya suatu wacana pengetahuan bahasa, akan tetapi ia adalah alat untuk menyingkap atau menyampaikan pikiran atau gagasan seseorang. Sehingga itu lebih ke arah praktek langsung berbahasa dalam kehidupan nyata sehari-hari. Lebih-lebih lagi sebagai seorang Ahlus Sunnah, yang berkewajiban memahami dan menyampaikan (berdakwah) kepada orang lain, baik kepada khalayak ramai ataupun kepada pribadi-pribadi.


         Dari alasan itu semua dan mungkin ada alasan lain yang masih di "uneg-uneg" saya yang belum sempat saya sampaikan sekarang, saya akan mencoba menerapkan untuk pelajaran Bahasa Indonesia berikutnya adalah :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

7 HARI TERAKHIR TERBANYAK DIBACA